KERAJAAN KESULTANAN DAN KEDATUAN SE NUSANTARA BAKAL SEBAGAI SEKOCI SAAT NEGARA KARAM


KERAJAAN KESULTANAN DAN KEDATUAN SE NUSANTARA BAKAL SEBAGAI SEKOCI SAAT NEGARA KARAM

_Bila Sudah Titiwancinya Peranan Kerajaan Nusantara Bakal Sebagai Sekoci (Kapal Penyelamat) Yang Menyelamatkan Negara, Rakyat dan Umat Islam_

_*Oleh SULTAN SYOFIAN*_
_*SULTAN PANGERAN MANGKUDIRAJA*_

*KEPADA* _Yang Mulia Petinggi Para Raja Sultan dan para Datuk pemangku adat seluruh kerajaan se Nusantara._

Kepada seluruh Kerajaan se Nusantara telah terjalin komunikasi yang baik semakin solid dalam rangka konsolidasi untuk menyamakan _presepsi visi_ dan _misi_ dan yang paling penting adalah menyatukan _frekuensi_.

Untuk bangkit, bergerak dan BERSATU dalam satu komando SATU barisan kerajaan se Nusantara bersama barisan para Ulama untuk menyelamatkan bangsa ini dari ancaman asing yang akan menguasai Indonesia

Sekali lagi eksistensi, peranan dan kapasitas Kerajaan se Nusantara bukan lagi saatnya sebagai _simbol budaya, acara pesta budaya, acara carnaval budaya dll_ yang hanya menghabiskan dana besar yang tidak bermanfaat untuk _memecahkan persoalan bangsa_ ini.

Itu semua hanya untuk me _”nina bobokan”_ para Raja Sultan hanya untuk memanjakan para Raja Sultan dan dan para Datuk pemangku adat mengelus-ngelus Raja Sultan dan para Datuk agar terlena dan tidak peka terhadap situasi negara ini. Raja Sultan dan para Datuk se Nusantara yang sejati yang memiliki Marwah tidak akan lagi tertipudaya ucapan janji manis penguasa!

Sosok seorang Raja atau Sultan dan para Datuk pemangku adat itu adalah sekaligus sebagai sosok komando tertinggi
_Senopati Khalifatullah Sayidin Penatagama (Panglima Perang, Wakil Allaah dan Pemimpin dan Penata Agama)_ yang siap berjuang, berjibaku dan siap PERANG untuk rakyat dan bangsa nya!

Menyelamatkan kedaulatan bangsa dan negaranya turun bersama rakyat. Bukan yang duduk² saja yang cuman lenggah di _damar kencono_ di singgasananya.

Yang tidak peka terhadap situasi kondisi rakyat yang sedang menderita dan meratap’ sedang negara dalam ancaman bahaya besar asing yang masuk ke batang tubuh kepemerintahan Republik Indonesia melalui tangan tangan Pengkhianat Bangsa saat ini.

Peranan utama dan _eksistensi_ Kerajaan ke Datuan se Nusantara seluruh nya saat ini tidak masanya sebagai _Pemangku Adat, icon budaya dan icon pariwisata.,_ tapi kembalikan _tupoksi_ kerajaan sebagai _stakeholders_ yaitu sebagai _Pemangku Negara, Pemangku pemerintah dan Pemangku rakyat_ Itulah baru disebut raja sultan disebut sebagai _Pamomong Pengayom_.

Dan _kapasitas_ Kerajaan Nusantara adalah sebagai _check and balance_ pemerintah sebagai _political and control._

Saya ingatkan agar seluruh kerajaan Kedatuan se Nusantara itu memiliki pamor dan Marwah kembali yaitu memiliki _integrity, existence_ dan _sovereignty freedom_ memiliki _Izzah jatidiri_ kedaulatan kembali.

Para pemangku adat Raja Sultan se Nusantara waspada terhadap berbagai _”jebakan batman”_ yaitu _jebakan politik_ kaum liberal dan sekuler yang saat ini sedang bermain dan berkuasa berusaha merangkul para Raja Sultan dan para Datuk pemangku adat. Dengan “berpakaian'” ala kerajaan nusantara, tapi hakekatnya mereka sangat membenci dan anti _Monarkhi_ dan _Islam_.

Strategi meraka saat ini akan merangkul komponen Kerajaan kedatuan se Nusantara untuk mencari dukungan setelah kuat, menang dan berkuasa kembali maka Kerajaan ke Datuan Nusantara akan DIHABISI dan dimusnahkan, karena ideologi KOMUNIS anti Monarkhi.

Tidak akan membiarkan dua elemen tersebut (Kerajaan dan ke-Ulamaan) hidup bebas dan masih eksis di bumi Indonesia. _Hati-hatilah Tetaplah Kita selalu waspada !_

Eksistensi Raja Sultan dan para Datuk Pemangku adat tidak ikut terbawa arus carut marutnya perpolitikan negara saat ini, tidak bermain politik praktis, tidak terang-terangan didepan umum mendukung salah satu tokoh politik mendukung salah satu capres apalagi dengan mengatas namakan kerajaan seluruh Nusantara.

Jika secara pribadi silahkan saja itu _hak person_ pribadi dengan catatan, selama calon presiden yang dipilih itu harus membawa _aspirasi umat Islam_ (karena negara ini mayoritas umat Islam) dan harus membawa _aspirasi Kerajaan_ (karena kultur masyarakat Indonesia asalnya adalah masarakat adat monarki / kerajaan). Dan tidak mengatas namakan para _raja sultan_ seluruh Nusantara.

Karena YM Raja Sultan dan Para Datuk itu jauh lebih memiliki _Izzah_ dan _marwah_ serta _kemuliaan_ dari pada sosok figur _seorang presiden_ dan aparatur negaranya. Dimana umur republik demokrasi baru berumur 78 tahun ditahun 2023 ini.

Peran Raja Sultan dan Datuk pemangku adat karaton se Nusantara harus dilibatkan sebagai _stakeholders, leader dan user_ sebagai _pemangku negara, pemangku pemerintah_ dan _pemangku rakyat_ bukan malah sebagai _pengekor_ kepentingan politik _demokrasi liberal_ yang tidak jelas.

Karena berdirinya Negara Republik Indonesia ini adalah peran perjuangan jasa Raja Sultan Datuk pemangku adat dan para ulama rakyat dan dukungan dana yang besar dari para Raja Sultan. Dan kerajaan kesultanan Nusantara adalah penanam saham terbesar dalam mendirikan REPUBLIK INDONESIA ini dengan dana 100% yang diberikan cuma-cuma kepada seorang _presiden Soekarno._

Seluruh kerajaan Nusantara telah memberikan sebagian besar tanahnya kerajaan kepada _”negara baru”_ yang bernama RI dengan perjanjian 75 tahun.

Maka para Raja Sultan dan para Datuk pemangku adat sangat tidak layak bila ikut permainan kepentingan _politik praktis_ dan ikut sebagai _pengekor_ mendukung salah satu _capres_ bila mengatas namakan kerajaan Nusantara.

Jika ini dilanggar maka bisa jatuh pamor seorang raja sultan dan Para Datuk pemangku adat kerajaan didepan rakyat dan kerajaan akan dipandang hanya sebelah mata oleh rakyat dan hilang _trust_ (kepercayaan) rakyat kepada Kerajaan.

Ingat, para Raja Sultan dan para Datuk pemangku adat itu bukan menjadi _abdinya penguasa_ atau pemerintah. Justeru penguasa pemerintah itu sendiri hakekatnya adalah sebagai _abdinya Raja dan Sultan_.

Karena hakekatnya raja sultan dan para datuk pemangku adat kerajaan kesultanan adalah sebagai _Pamomong_ dan _Pengayom_. Kerajaan hakekatnya berada diatas sebagai _”payung’_ diantara dua elemen dibawahnya yaitu elemen pemerintah dan elemen rakyat.

Dan eksistensi kerajaan nusantara itu adalah sebagai _pagar, pilar_ dan _garda_ terdepan dan garis _front terdepan_ dalam menjaga tanah adat dan _SDA (sumber Daya Alam)_ dalam menghadapi ancaman penguasaan asing Cina Komunis.

Intinya peranan para raja sultan Datuk se Nusantara nantinya bakalan sebagai _sekoci_ _”penyelamat”_ disaat negara ini karam dan tenggelam.

Kerajaan se Nusantara dari sekarang saatnya harus sudah merapatkan barisan bersama dengan para Ulama guna mempersiapkan _building system_ dan _konstruksi monarkhi._ Karena masanya _demokrasi of Yahudi_ ini sebentar lagi akan SELESAI dan BUBAR di negeri ini.

Jika sudah _titiwancinya_ _HURU HARA_ besar pasti akan terjadi di negeri ini. Dan itulah keruntuhan dan kehancurannya dinasti sekuler yang _represif_ dan _otoriterian_ yang berkuasa saat ini.

Semua sistem birokrasi pemerintah saat ini sebentar lagi akan HANCUR dan LUMPUH TOTAL karena adanya _resesi ekonomi global_ dan munculnya _HURU HARA_ besar apa lagi bila ditambah dengan adanya bencana alam besar di bumi ini.

Saat itu _pemerintah negara_ ini benar-benar LUMPUH TOTAL tapi yang ada dan masih kuat saat itu hanya dua komponen yaitu _Militer dan Kerajaan Nusantara._

_Saya SULTAN SYOFIAN hanya PENGINGAT Mewakili kerajaan kesultanan DAN KEDATUAN seluruh Nusantara secara teratur, terstruktur dan terukur telah bergerak secara Diplomatis, Strategis dan Taktis selalu mengadakan komunikasi aktif dengan dua pihak, yaitu dengan pihak Militer TNI dan pihak LN sebagai dukungan untuk meng back up. Walau bagaimanapun Kerajaan Nusantara perlu didukung kekuatan Militer. Persiapan tindakan alternatif pengendali sementara negara pada masa transisi sebagai stabilisator dan dinamisator._

Kerajaan Nusantara sebagai _Founding Father (pendiri bangsa)_ sekaligus sebagai _Funding Master (penyumbang dan pemilik dana amanah nusantara)_ sangat layak untuk ikut berperan pembuat konsep sistem tatanan negara dan kebijakan negara didampingi para Ulama untuk membangun _building sistem_ tatanan negara yang jauh lebih baik kokoh dengan _teratur, terstruktur dan terukur._

Karena nanti yang bakal menyelamatkan kedaulatan bangsa dan melindungi kaum pribumi saat itu BUKAN _Pemerintah Republik Indonesia_ lagi tapi Allaah telah _amanahkan_ dan _wasilah kan_ melalui *_KERAJAAN KESULTANAN KEDATUAN SE NUSANTARA !_* Untuk meneruskan dan melanjutkan kepemimpinan negara ini.

Untuk itu kalau sudah _titiwancine_ bakal semua akan terjadi perubahan besar pada _building system_ bangsa ini menuju yang lebih baik,.

_Itulah pesan-pesan spiritual penting dan sakral dari SULTAN SYOFIAN kepada Yang Mulia Pemangku Adat Raja Sultan dan para Ulama seluruh Nusantara bersiaplah BERSATU dan ‘take and action !’_

_*SULTAN SYOFIAN*_
_BUMIMELAYU, September 2023_

Tinggalkan komentar