MEDIA FORKABI DAPATKAN PIAGAM PENGHARGAAN DARI ANGGOTA DPD RI DKI JAKARTA | INI FAKTANYA


DKI Jakarta, 2021

FORKABI NEWS – Piagam penghargaan kepada Media Independent Organisasi Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) yang di wakilkan MEDIA FORKABI Jurnalis Tabloid Megapolitan Suara Forkabi (TMSF) dari Ibu Hj Fahira Idris SE.MH Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta.

Dalam bentuk “Atas dedikasi yang tanpa kenal lelah membantu warga serta menjadi garda terdepan dalam ikhtiar dan upaya bangsa ini mencegah dan menghentikan penyebaran Covid 19. Doa senantiasa kami panjatkan agar anda dan keluarga di limpahkan kesehatan, perlindungan dan kelancaran dalam menjalani tugas mulia ini. Dari lubuk hati yang paling dalam saya sampaikan rasa hormat yang setinggi – tingginya”.

Tim Media FORKABI : Terima kasih banyak atas Piagam Penghargaan dari Ibu Hj Fahira Idris SE.MH anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta kepada kami Tim Media Forkabi (FORKABI NEWS) Tabloid Megapolitan Suara Forkabi (TMSF) yang sudah terbukti dan aktif sejak 2016 sampai saat ini salah satunya untuk membantu serta mensosialisasikan bahayanya Covid 19 dan bersinergi dalam program – program kerja internal Forkabi dan sosial kemasyarakatan baik dan selalu kolaburasi dengan Tim Media eksternal lainnya.

Dan dengan berkembangnya zaman terkait informasi teknologi digital dalam informasi publik sebagaimana Media Forkabi terbentuk dan peran serta untuk beriringan dalam informasi -informasi sosial, budaya, politik, kuliner serta yang wabil khususnya untuk menyampaikan informasi kegiatan internal ormas Forkabi baik dalam bidang sosial, kemanusiaan dan lain- lain.

Pelatihan Jurnalis Tabloid Megapolitan Suara Forkabi sudah terbentuk sejak 2016 oleh Alm Bang H Achmad Epa Falaq Wakil Sekjen DPP Forkabi dan Bang Mohammad Ihsan SH Sekretaris Jenderal DPP Forkabi tahun 2016 yang saat ini ketua umum DPP Forkabi masa bakti 2021 – 2026, yang bekerjasama dengan Rumah Media pimpinan Bang Roy.

Aktifitas sebagai activis informasi Media Sosial Online saat ini sangatlah di khawatirkan dalam berbagi dan beritakan informasi – infomasi yang beredar di masyarakat dengan berbagai opini – opini narasi yang benar dan tidak benar (HOAX) baik di google, facebook, twitter, instagram, whatsapp dan youtube serta media sosial online lainnya.

Manfaat dengan adanya Media Forkabi (Independ) bisa mempromosikan dan menyampaikan informasi – informasi kegiatan internal ke publik (Masyarakat luas) yang memiliki sumber – sumber informasi yang jelas dan fakta oleh para anggota forkabi sejabodetabek dan menyampaikan informasi eksternal untuk kegiatan -kegiatan sosial kemasyarakatan baik di lingkungan pemerintah dan masyarakat umum serta bisa filterisasi investigasi agar tidak mudah terprovokasi adanya informasi – informasi yang tidak benar (HOAX).

Penulis Admint redaksi : Mushab Media Forkabi Jurnalis TMSF/Humas dan Publikasi DPP Forkabi WA/085880274892

FORKABI CIPTAKAN PARA JURNALIS

Profesi jurnalis di tingkat Organisasi Masyarakat (Omas) mulai digandrungi para aktivis. Tidak heran jika kegiatan menulis menjadi kegiatan wajib untuk berkembangnya organisasi dan bahkan para aktivis mulai menggali tata cara menjadi jurnalis sebagai bahan untuk menggali informasi.

Sekretaris Jendral Dewan Pinpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP Forkabi) M. Ichksan SH mengatakan, pentingnya pelatihan Jurnalis untuk organisasi khususnya Forkabi, bukan hanya sebatas untuk menggali informasi. Namun dalam organisasi seperti Forkabi, selain untuk memperkuat SDM yang ada juga mampu mempublikasikan Forkabi keluar secara baik dan benar.

Dia pun mengaku, selalu mendukung kegiatan menulis di kalangan anggota Forkabi mulai dari menulis jurnalistik, menulis cerpen, cerbung, puisi, syair, dan lainnya. Sebab, budaya menulis di kalangan Forkabi sudah mulai luntur oleh pengaruh lingkungan.

“Untuk itu Saya berharap dari kerjasama ini antara Hallo Media Network (HMN) dan Tabloid Suara Forkabi serta DPP Forkabi bisa menjalin kerjasama dengan baik. Dari kerjasama tersebut, seluruh anggota Forkabi diharapkan mampu memahami ilmu jurnalistik. Saya berterima kasih kepada pihak HMN, wabil Khusus Bung Roy Selaku Direktur Pemberitaan HMN dan Mas Sugeng setra Mas Budi Purnomo Selaku CEO HMN yang telah memberikan apresiasinya untuk membuka ruang dalam kerjasma ini. Semoga ini dapat bermanfaat bagi Forkabi kedepan,” bebernya.

VIDEO KEREN PELATIHAN MEDIA FORKABI

BERSAMA KITA LAWAN HOAX

Sumber : KOMINFO

Maraknya berita bohong ini juga menjadi perhatian Kepala Negara yang mengeluarkan maklumat agar dilakukan evaluasi terhadap media daring yang sengaja memproduksi berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif dan mengandung fitnah. Ketua Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Fitnah Septiaji Eko Nugroho menilai maraknya kabar hoax jika dibiarkan amat mungkin membuat perpecahan sesama anak bangsa. Ia menjelaskan “hoax” merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya atau juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya. 

“Hoax” juga bisa diartikan sebagai tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri suatu media dengan pesan yang salah agar bisa menutupi pesan yang benar,” katanya. Ia melihat penyebaran “hoax” mulai marak sejak media sosial populer digunakan oleh masyarakat Indonesia karena sifatnya yang memungkinkan akun anonim untuk berkontribusi, juga setiap orang tidak peduli latar belakangnya punya kesempatan yang sama untuk menulis. 

Menurutnya maraknya peredaran informasi “hoax” dipicu dua motif yaitu ekonomi dan politik. Ada situs-situs yang memang sengaja dibuat dengan tujuan mendapatkan kunjungan sebanyak mungkin, dengan membuat berita penuh sensasi. Selain itu ada juga yang motifnya untuk menyalurkan aspirasi politik melalui media sosial dengan membuat kabar palsu, lanjutnya. Septiaji mengemukakan sejumlah tips untuk mendeteksi informasi hoax agar pengguna media sosial tidak termakan berita fitnah, hasut dan hoax.

Pertama, lakukan cek silang jika menemukan judul berita yang provokatif dengan menggunakan mesin pencari google untuk memastikan apakah berita yang dibaca, ditulis dan diterbitkan oleh situs berita lain, kata dia. Kemudian bandingkan judul dan isi dari masing-masing berita, sehingga bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang dari beberapa sudut pandang, katanya.

Berikutnya netizen harap memperhatikan alamat situs web dan media yang menerbitkan, jika yang memuatnya adalah situs abal-abal, tidak terdaftar dalam Dewan Pers, maka harus lebih berhati-hati untuk mempercayainya. Ia mengingatkan Situs yang masuk dalam dewan pers pun belum tentu beritanya semua benar, atau kadang berita itu dibuat dengan sudut pandang tertentu, namun secara umum media resmi lebih kredibel karena memiliki standar jurnalistik, mengikuti Pedoman Pemberitaan Media Siber dan dapat dilaporkan ke Dewan Pers jika ada pelanggaran, jelasnya. “Ini berbeda dengan situs abal-abal yang kadang tidak punya redaksi, bahkan tidak disebutkan nama dan alamat penanggungjawab,” ujarnya.

Tinggalkan komentar