MENJAWAB DAN MENEPIS ISU KABAR DARI TAS  YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL ONLINE WHATSAPP ADALAH HOAKS | BERIKUT POIN – POINNYA


DKI Jakarta, Rabu 08 september 2021

TMSF – Beredar kabar berita yang bernarasi cukup panjang viral di beberapa Media Sosial Online dalam isi pesan di Group WhatsApp organisasi masyarakat Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) pada hari selasa (07/09) malam rabu pukul 23.00 wib yang di baca oleh jajaran pengurus forkabi perwakilan sejabodetabek yang di buat oleh TAS. DKI Jakarta

Berikut kabar beritanya yang viral di beberapa media sosial online publik group whatsApp FORKABI :


Imajiner seorang kader FORKABI

REKONSILIASI FORKABI MEMBAWA KEJAYAAN DAN KEBERKAHAN

 nikmati secangkir kopi Keleng disrupuuut bibir

oleh :TAS

Selasa, 07 September 2021, Tadi pagi buat ane, bang jendral, dan ketum forkabi adalah pagi istimewa....kenapaa..

Ditundanya sidang PTUN putaran ke 2 dikarenakan belum diserahkan berkas jawaban atas gugatan membawa hikmah dan berkah buat seluruh anggota dan pengurus FORKABI, gimana ngk berkah dan penuh hikmah tiba-tiba ngk ada angin dan hujan Abang Jendral kita jauh-jauh dari condet mau menyambangi ke kediaman Ketum Forkabi yg berada di cipete, kebetulan penulis entah kenapa juga  pagi-pagi buta udeh nongkrong di poskonya ketum bang H. Ghoni, padahal ngk di undang ngk diminta datang seolah-olah seperti diminta menyaksikan pertemuan yg sangat penting ini, coba bayangkan abang jendral ngk janjian sama ketum Forkabi  tiba-tiba ada semanggat untuk silaturrahmi, jadi pertemuan bertiga ane, bang jendral dan ketum di pagi buta ini serba kebetulan dan spontan, padahal ini pertemuan maha penting dan dashat karena hasilnya bisa membuat hati gembira dan menyenangkan baik kubu GOPUR maupun kubu NARI,  ane sebagai orang  mudaan tau diri untuk tidak terlibat pembicaraan antara bang jedral dan ketum, cukuplah ane jadi juru tulis, itupun luar biasa karena ini komentum luar biasa. Pertemuan dua tokoh forkabi yg mewakili dua kubu, diawali dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan,  pembicaraan diawali oleh bang jendral yang menyatakan permohanan maaf atas kekelituan dan kehilafan selama memimpin, banyak hal-hal penting diabaikan seperti rangkap jabatan, paw,    tidak merespon surat-surat yang disampaikan kepadanya baik surat klarifikasi, surat penolakan paw, surat mosi tidak percaya dan surat-surat penting lainnya, yang berakibat fatal sehingga lahirnya MUBES V FORKABI di Sentul, ini semua diungkapkan oleh abang jendral dengan suara berat penuh penyesalan, karena ketokohannya menjadi korban, semua orang  tau bang jendral adalah tokoh nasional,  tampak penyesalan teramat dalam, bang jendral menyadari bahwa dia begitu sangat percaya dengan saudara sekjen, sehingga menutup mata dan telinga bagi orang lain yang sesungguhnya selalu mengingatkan untuk selalu berhati-hati memberikan kepercayaan. Kondisi Forkabi saat ini yg sedang bertikai pastilah orang menyalahi bang jendral sebagai tokoh sentral. Kekecewaan serta kemarahan kepada sekjen tampak jelas dari gesturnya, ini semua karena sekjennya memilki ambisi untuk kekuasaan dengan mengabaikan AD/ART FORKABI, Bang jendral paham betul pertikain ini bisa sangat panjang memakan waktu, menguras tenaga, pikiran dan duit bang jendral tauu hanya dia lah bisa menyelesaikan dan   menghentikan perkara PTUN, Dengan air mata yg sulit jatuh dan berkata lirih bahwa FORKABI ngk boleh pecah, sementara ketum forkabi tertunduk serasa mentakjimi dan memaafkan apa yg sudah terjadi, bang jendral dengan tertatah menyatakan kesiapannya untuk mencabut laporan PTUN, karena didasari pula bahwa kedudukan  posidi  kubu NARI banyak kesalahan dan kelemahan yg sulit untuk memenangkan perkara PTUN.Bang jendral menyatakan siap ditempatkan sebagai MPO serta gerbongnya untuk  diposisi mana saja sesuai kebutuhan. Tak terasa kabut pagi tersibak matahari,  ditemani secangkir kopi keleng tanpa ampas singget di srupuuut bibir

Jakarta, 07.09.20.21

Sang Kader TAS


Berita tersebut dari beberapa para jajaran forkabi sejabodetabek lainnya pada bertanya – tanya, siapa TAS? Dan ini cerita apa? Dan maksudnya apa? Dan menuai polemik perdebatan publik (kegaduhan) dengan menyebutkan nama “Abang Jenderal / NARI” hingga menyudutkan dengan kabar isu berita yang di buat TAS.

Isi pokok kabar berita yang membuat kegaduhan di internal forkabi dan telah buat berita (kabar) HOAXS tersebut mendapatkan jawaban dan klarifikasi dari sumber yang patut dipercaya, sebagai berikut : 

1…. TIDAK BENAR,
📝 “Abang Jendral* yang dimaksud penulis jauh-jauh dari condet mau menyambangi ke kediaman Ketum Forkabi yg berada di cipete.
“Abang Jendral” jika yang dimaksud TAS adalah Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli, itu tidak benar dan bohong karena ” Abang Jendral” tidak pernah datang menyambangi tempat kediaman H. Ghoni sebagaimana cerita TAS. Itu bohong besar

2…. TIDAK BENAR,
📝 bang jendral dengan tertatah menyatakan kesiapannya untuk mencabut laporan PTUN, itu bohong dan fitnah, justru “Abang Jendral” menunggu keputusan PTUN agar ada kepastian hukum.

3….. TIDAK BENAR,
📝 Bang jendral menyatakan siap ditempatkan sebagai MPO serta gerbongnya H. Ghoni untuk  diposisi mana saja sesuai kebutuhan. Itu juga bohong krn tidak ada pertemuan dg H. Ghoni.

Dengan beredarnya dan viral  berita tersebut di media sosial online publik beberapa  group whatsApp forkabi sejabodetabek, telah mencemarkan nama baik “Abang Jenderal / NARI”.

Lebih lanjut menurut sumber yg patut dipercaya, Berita Hoax tersebut akan diproses secara hukum.

Dan apakah TAS siap mempertanggung jawabkan terkait kabar isu HOAK tersebut.

Oleh : Sumber terpecaya


Tinggalkan komentar