Kota bekasi | 30 september 2020

Jatiasih – Organisasi Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Jatiasih, pondok gede tepat di hari rabu malam kamis 30 september 2020 merupakan malam yang menegangkan untuk rakyat indonesia yang di kenal dan di kenang sejarahnya sampai saat ini Pengkhianatan G30S/PKI mengadakan nonton bareng bersama warga.
G30S/PKI merupakan malam detik-detik penculikan dan pembunuhan 7 jenderal yang di bunuh sadis mayatnya di buang di lubang buaya.
1. Jenderal Ahamad yani
2. Mayjend R Soeprapto
3. Mayjend MT Haryono
4. Mayjend S Parman
5. Brigjend D.I Panjaitan
6. Brijend Sutoyo siswodiharjo
7. Lettu Pierre Andreas tendean
Dalam nonton bareng (nobar) pastinya dalam protokol kesehatan 3M dari pemerintah: Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Penghianatan G30S/PKI

Film Pengkhianatan G30S/PKI dibuat dalam rangka itu. Pertama, ia berfungsi sebagai medium untuk merawat trauma massa atas kekejian PKI sebagaimana telah disiarkan selama bertahun-tahun melalui media cetak yang berafiliasi kepada Angkatan Darat segera setelah mayat para jenderal ditemukan di Lubang Buaya, 3 Oktober 1965. Kedua, bagian dari hegemoni penguasa atas ingatan kolektif. Ketiga, bertujuan melegitimasi kekuasaan Soeharto sebagai penyelamat bangsa dari kebangkrutan nasional akibat sepak terjang gerakan komunis.
Film berdurasi selama 271 menit (3,5 jam) itu mengisahkan latar belakang krisis ekonomi masa Sukarno dan konflik ideologis di tingkat akar rumput. Dilanjut oleh situasi politik nasional yang diwarnai isu sakitnya Presiden Sukarno dan gerakan PKI mempersiapkan kudeta dengan menggunakan sekelompok tentara yang berpikiran maju untuk menjalankan aksinya. Puncak ketegangan terjadi pada adegan penculikan dan penyiksaan para jenderal di Lubang Buaya disertai tarian “Harum Bunga” anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat. Film berakhir pada situasi iring-iringan pemakamanan para jenderal yang disertai pidato Jenderal AH. Nasution
Di kurip dari Medcom.
Sumber: Bang Somploy
Redaksi: Mushab | Jurnalis Tabloid Megapolitan Suara Forkabi